<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346</id><updated>2012-01-30T22:35:08.074-08:00</updated><title type='text'>Soemardja Gallery</title><subtitle type='html'>Soemardja Gallery is the oldest university gallery in Indonesia and in Bandung. Founded in 1974, the gallery is named after the late Syafe’i Soemardja, one of the architect  of art education system in Indonesia.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-3058494453674480700</id><published>2007-12-14T02:45:00.002-08:00</published><updated>2008-12-10T20:52:29.083-08:00</updated><title type='text'>Pameran Tunggal Rosid   ''Menjadi Sawah''</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/R2qaDfi5j-I/AAAAAAAAABI/ngJIyB_Pj2o/s1600-h/image.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/R2qaDfi5j-I/AAAAAAAAABI/ngJIyB_Pj2o/s400/image.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146094909022375906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pembukaan pameran tunggal-nya tahun 2005 Rosid menggambar potret ibunya langsung di tempat. Pameran itu ia persembahkan sebagai penghormatan pada Ibu Supiyem, orang yang telah melahirkannya. Dari sini kemudian terumuskan ide untuk mempersembahkan penghormatan pada sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pameran kali ini Rosid menghormati sang ayah, Pak Dapin, seorang petani di Desa Parigi. Ia diperkirakan berusia 85 tahun kini. Pada usia ketika seseorang layak menikmati masa istirahat, ketika semua anak-anaknya telah mandiri, Pak Dapin tetap mengisi hidupnya dengan bekerja. Rosid menjadikan sang ayah sebagai subjek karya-karyanya dalam upaya meneladani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosid memulai kariernya sebagai pelukis sebagai juru gambar potret. Potret merupakan representasi dari diri seseorang. Dengan begitu, menggambar orang yang telah menghidupinya, membuat Rosid seperti pulang pada asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gambar figur, tubuh menjadi kosa-rupa lain di samping wajah. Dalam pembelajaran gambar figur, masih digunakan proporsi manusia ideal khas kaukasia. Sejarah penggambaran figur kental dengan pandangan rasis. Sementara lukisan potret bermula dari kebiasaan menggambar para raja. Orang-orang besar. Rosid tidak memulai dari sana. Sejak dulu ia menggambar orang-orang biasa, tubuh-tubuh yang tak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosid kini tidak menggunakan pensil lagi. Ia menggunakan kuas, dengan pewarnaan pada skala abu-abu. Sapuan kuasnya seperti teknik arsir pensil. Efek ini lebih memberi kesan kedalaman pada gambar, namun dengan garis-garis yang lebih variatif. Figur jadi tampak lebih meruang. Kedalaman ini menyediakan keleluasaan bagi Rosid untuk mengolah karakter permukaan sosok-sosok di gambarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui gambar, Rosid menapaki jejak dari masa yang telah membesarkannya, jejak dari teladan orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Heru Hikayat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kurator pameran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pameran ini berlangsung pada:&lt;br /&gt;22 November  15 Desember 2007&lt;br /&gt;Galeri Soemardja&lt;br /&gt;Jl. Ganesha 10 Bandung&lt;br /&gt;Pembukaan:&lt;br /&gt;22 November 2007 pk. 19.30&lt;br /&gt;Dibuka oleh Bpk. Sunaryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta akan dipamerkan kembali pada:&lt;br /&gt;22 Desember 2007  5 Januari 2008&lt;br /&gt;Galeri Semarang&lt;br /&gt;Jl. Dr. Cipto no. 10 Semarang&lt;br /&gt;Pembukaan:&lt;br /&gt;22 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-3058494453674480700?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/3058494453674480700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=3058494453674480700&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/3058494453674480700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/3058494453674480700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2007/12/pameran-tunggal-rosid-menjadi-sawah.html' title='Pameran Tunggal Rosid   &apos;&apos;Menjadi Sawah&apos;&apos;'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/R2qaDfi5j-I/AAAAAAAAABI/ngJIyB_Pj2o/s72-c/image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-4335550717331538873</id><published>2007-11-09T02:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T20:52:29.646-08:00</updated><title type='text'>FICTITIOUS REALITY</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RzQyyM_O6VI/AAAAAAAAAAk/EoeRfdG42UI/s1600-h/poster[1].copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130781713543129426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RzQyyM_O6VI/AAAAAAAAAAk/EoeRfdG42UI/s400/poster%5B1%5D.copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENGANTAR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pameran fotografi yang kita saksikan kali ini merupakan rangkaian akhir dari program residensi seniman asal Australia Wanda Gillespie yang dipilih oleh Galeri Soemardja dari sekian aplikasi yang ditawarkan oleh Asialink. Pada tahun ini, Galeri Soemardja kembali berkesempatan menjadi tuan rumah untuk mengakomodasi program tersebut sebagai wujud kerjasama antar lembaga dan mempererat kerjasama di bidang kesenian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selama kurang lebih tiga bulan, Wanda Gillespie bekerja di Galeri Soemardja dan untuk beberapa waktu diselingi kerja pahatan kayu di Jatiwangi Art Factory (Majalengka-Jawa Barat). Selama masa residensi itulah, Wanda mengolah pelbagai gagasan yang kemudian dieksekusi ke dalam karya seni instalasi dan fotografi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih mempererat interaksi dan komunikasi serta diharapkan bisa membangun diskusi yang produktif, bersamaan dengan program tersebut, Galeri Soemardja secara khusus meminta Wanda menggelar workshop dengan komposisi peserta yang terdiri dari sejumlah mahasiswa Seni Rupa-ITB serta alumni. Workshop bertajuk Fictitious Realities -The ephemeral Idea and the clunky object yang dikerjakan selama kurang-lebih satu minggu itu, dan sepanjang prosesnya, Wanda dibantu oleh Henrycus Napitsunargo yang juga berperan sebagai tutor pendamping pada aspek teknik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dunia seni rupa Indonesia kehadiran fotografi dalam pameran terbilang langka. Dalam setahun, kita bisa menghitung dengan jari pameran-pameran fotografi, itupun dengan catatan bahwa kita tidak menghitung pameran karya-karya fotografi salon. Di dalam tempo setahun itu pula, kita jumpai karya fotografi tersisip di pameran-pameran bersama seniman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pameran Fictitious Realites ini layak dicatat sebagai pameran yang berupaya mengisi kelangkaan tersebut. Dengan keyakinan itu pula Galeri Soemardja percaya kalau pameran hasil workshop ini banyak faedahnya untuk mahasiswa menambah pengalaman artistik sekaligus belajar menguji gagasan-gagasannya dihadapan publik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Aminudin TH. Siregar&lt;br /&gt;Galeri Soemardja&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FOREWORD&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;This photography exhibition is the final part of the Artist Residency Programme hosting an Australian artist named Wanda Gillespie who was chosen by Galeri Soemardja from many eligible applicants offered by Asialink. This year, Galeri Soemardja is honored to have another opportunity to be the host of this programme as a form of collaborative work between institutions in order to strengthen the relationships, especially in the field of art. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wanda Gillespie has been working at Galeri Soemardja for almost three months while doing some wood carvings at Jatiwangi Art Factory in Majalengka, West Java. During her residency period, Wanda has explored various ideas which were transformed into artwork in the forms of an installation and photography. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;To strengthen the interaction and communication hoping to lead to productive discussions related to this programme, Galeri Soemardja specially asked Wanda to hold a workshop involving some students and alumni from The Faculty of Fine Art and Design ITB. The theme of this one-week workshop is Fictitious Realities -The Ephemeral Idea and the Clunky Object, of which was assisted by Henrycus Napitsunargo as the tutor in charge of technical-related matters throughout the process. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;The presence of photography in the world of art is somewhat scarce. In a year, photography exhibitions can be easily counted by the numbers of fingers on one hand, noting that ‘salon photography’ is not included. In addition, during the one year period, we would also find some photographic work is slipped in many art exhibitions. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;In response to this situation, this Fictitious Realities exhibition should be documented as an exhibition which is hoped to fill the empty space of such rarity. Galeri Soemardja strongly believes that the final outcome of this workshop would be useful for the students to gain further experience in exploring their artistic sense, and also to put their ideas to the test for the public consumption.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminudin TH. Siregar&lt;br /&gt;Galeri Soemardja &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-4335550717331538873?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/4335550717331538873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=4335550717331538873&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/4335550717331538873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/4335550717331538873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2007/11/pengantar-pameran-fotografi-yang-kita.html' title='FICTITIOUS REALITY'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RzQyyM_O6VI/AAAAAAAAAAk/EoeRfdG42UI/s72-c/poster%5B1%5D.copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-1040255358013607970</id><published>2007-11-09T02:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T20:52:29.919-08:00</updated><title type='text'>''Berkoper-koper Cerita'' pameran tunggal Hardiman Rajab</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RzQxI8_O6UI/AAAAAAAAAAc/DY8SNWNUz9k/s1600-h/Berkoper+Cerita[1].copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130779905361897794" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RzQxI8_O6UI/AAAAAAAAAAc/DY8SNWNUz9k/s400/Berkoper+Cerita%5B1%5D.copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Koper, Panggung, Perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kemunculan wacana ‘obyek’ dalam seni rupa kontemporer antara lain dipicu oleh konflik dalam perkembangan seni lukis moderen-formalis. Konflik itu memasalahkan kehadiran ‘bentuk’ (shape). Apakah ‘bentuk’ dalam perkembangan seni lukis moderen telah bergeser menjadi ‘obyek’ atau tetap sebagai medium seni lukis? (Ingatlah misalnya lukisan-lukisan bersegi banyak karya Frank Stella). &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Konflik perihal ‘bentuk’ lukisan itu membayangi kemunculan seni rupa literalis -atau minimalis menurut Clement Greenberg- yang dianggap terang-terangan memunculkan ‘objecthood’ atau kondisi ‘non seni’. Kondisi ‘non seni’ makin mengemuka; para pelukis malahan tak bermaksud menangguhkannya, sebaliknya menampilkannya secara literal, kata kritikus Michael Fried. Di masa sebelumnya, para pelukis mengolah ‘bentuk’ itu sebagai sesuatu yang piktorial, sekarang kondisi ‘non seni’ yang ditengarai sebagai unsur-unsur teater malah masuk ke wilayah seni rupa, kata Fried. ‘Bentuk’ pada karya seni rupa tetap menjadi fokus situasi, tapi situasi itu katanya kini direbut oleh pemirsa. Dalam kaitan dengan pemirsa inilah, maka kondisi ‘non seni’ yang mulai merasuki gagasan para perupa dianggap sebagai bersumber dari teater. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hardiman Radjab adalah perupa yang sangat dekat dengan lingkungan teater -ia perancang panggung sejumlah pertunjukan teater kontemporer - dan ia juga perupa dengan latar belakang disiplin kriya kayu. Keduanya tentunya tidak ‘murni’ menurut anggapan kritikus ‘seni murni’. Pada obyek-obyek koper ini malahan seperti terang-terangan Hardiman memasukkan anasir ‘teater’ atau mengoper panggung teater ke dalam koper. Beberapa karyanya dalam pameran ini memetik inspirasinya dari panggung pertunjukan teater. Memang, kita tak lagi hidup di jaman seni rupa formalis, dan konflik antara (wacana) seni rupa dan (kondisi) teatrikal yang dianggap sebagai musuh seni rupa ‘murni’ itu juga tak pernah ada di lingkungan seni rupa kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu dekade terakhir ini, wacana obyek di lingkungan seni rupa kontemporer kita datang begitu saja. Misalnya sebagai perluasan gagasan trimatra dari para pelukis atau permainan yang mengasyikkan perihal skala oleh para pematung. Para perupa dari lingkungan kriya-seni menyambutnya dengan bermacam-macam pendekatan: olahan bentuk baru yang menyimpang dari tradisi dan fungsi wadah, pencampuran bahan, mengkopi atau mengapropriasi bentuk yang ada, dan sebagainya. Pendek kata, obyek dalam seni rupa kita ikut merayakan keserbabolehan.&lt;br /&gt;Dengan latar ini, karya Hardiman Radjab yang memanfaatkan bentuk dan ruang yang "menjadi’ dalam koper, bahkan menghidupkannya (perhatikan, dalam pameran ini kopernya ada yang bisa ‘bernafas’), memberinya isi dan tafsiran macam-macam menjadi menarik karena kesuntukannya menggarap single-minded medium koper.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hardiman mantap memilih obyek ini, dan merasa bahwa obyek-koper ini –umumnya koper-koper tua yang menyiman tanda dan bau keras suatu perjalanan - cukup lebar untuk menampung wawasan, ide atau cerita lewat bentuk kopernya yang begitu-begitu saja. Bau perjalanan, suasana asing, pengab, ingatan, kenangan, perpindahan tempat, kesendirian dan kesunyian meruap dari kopor-kopor tua dalam karya-karyanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kentalnya upaya menyusun tema dalam obyek-koper Hardiman menunjukkan kecenderungan berbeda dengan wacana obyek yang ‘serba boleh’ dalam seni rupa kontemporer kita akhir-akhir ini. Di sana letak keunikan sekaligus kekuatan karya Hardiman menurutku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pameran di Galeri Soemardja ini merupakan terminal terakhir dalam pameran berjalan karya koper Hardiman yang tahun lalu dikukuhkan sebagai pameran tunggal terbaik tahun 2006 oleh Majalah ‘Tempo’. Pameran ini sebelumnya sudah berlangsung di Cemeti Art House, Yogyakarta (Juli 2007) dan Rumah Seni Yaitu, Semarang (September 2007). +++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendro Wiyanto&lt;br /&gt;Kurator Pameran&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-1040255358013607970?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/1040255358013607970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=1040255358013607970&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/1040255358013607970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/1040255358013607970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2007/11/koper-panggung-perjalanan.html' title='&apos;&apos;Berkoper-koper Cerita&apos;&apos; pameran tunggal Hardiman Rajab'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RzQxI8_O6UI/AAAAAAAAAAc/DY8SNWNUz9k/s72-c/Berkoper+Cerita%5B1%5D.copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-7073999389250740703</id><published>2007-10-14T09:58:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T20:52:30.216-08:00</updated><title type='text'>“Camouflage : Acts of War”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RxJLABH0TjI/AAAAAAAAAAU/s1QXCChHlOk/s1600-h/HamadKhalaf4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RxJLABH0TjI/AAAAAAAAAAU/s1QXCChHlOk/s400/HamadKhalaf4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5121238189946981938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Hamad Khalaf adalah seniman muda asal Kuwait. Dalam pameran tunggalnya kali ini dia memamerkan karya-karya obyek maupun instalasi. Obyek-obyek berupa masker gas, granat, peluru, sepatu serta helm tentara tersebut diperolehnya semasa Perang Teluk, ketika Irak menginvansi negerinya-Kuwait. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam pameran ini, Hamad Khalaf tengah mengajak kita merenungi kembali perang serta perebutan kekuasaan antar negara sekaligus membagi pengalaman pribadinya tentang perang. Obyek-obyek tersebut diramunya dengan pelbagai serpihan dari mitologi Yunani. Dari sana, Hamad ingin mempertanyakan mitos perang sebagaimana yang pernah dikisahkan dalam mitologi Yunani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="ES" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pameran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ini berlangsung dari tanggal 21 Juli – 8 Agustus 2007&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-7073999389250740703?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/7073999389250740703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=7073999389250740703&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/7073999389250740703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/7073999389250740703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2007/10/camouflage-acts-of-war.html' title='“Camouflage : Acts of War”'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RxJLABH0TjI/AAAAAAAAAAU/s1QXCChHlOk/s72-c/HamadKhalaf4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-2700928958104585054</id><published>2007-10-14T09:41:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T20:52:30.471-08:00</updated><title type='text'>Blue Exhibition</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RxJHkxH0TiI/AAAAAAAAAAM/MlRmKwciGrk/s1600-h/Blue_Poster.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RxJHkxH0TiI/AAAAAAAAAAM/MlRmKwciGrk/s320/Blue_Poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5121234423260663330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;        &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Kesenduan Perang, Patung dan Konfrontasi Ruang&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perkembangan seni patung kontemporer di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mengarah ke dua titik tujuan. Pertama, keniscayaan baru dimana karya-karya patung berkeinginan memasuki wilayah publik. Kedua, praktik seni patung yang menginginkan terjadinya keterkaitan (kuasi) antara dirinya dengan arsitektur. Meskipun demikian, sejak 1970an, bagaimanapun juga usaha-usaha untuk memperluas patung secara definitif bisa kita temukan dalam kategori yang lain. Kategori itu kelak disebut seni instalasi, yang belakangan sempat merumuskan bingkai pemahamannya di dasawarsa 1990an sebagai peluruh batasan antara seni-seni dua dimensional dengan seni-seni tiga dimensional. Definisi seni patung dalam bingkai ini tentu saja menjadi lenyap karena memang tidak lagi menjadi fokus utama dari seni instalasi. Di lain pihak, dunia seni rupa kita semakin menerima istilah seni instalasi sebagai salah satu media alternatif yang terlepas dari kekangan konvensi seni lukis maupun seni patung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lalu di dalam praktik kuasi antara seni publik, arsitektur dan instalasi, bagaimana posisi terkini dari seni patung itu sendiri? Apakah masih bisa kita menyebut sesuatu itu adalah karya seni patung - dimana secara terbalik – senimannya ingin diidentifikasi sebagai seni instalasi? Atau, masihkan kita menyebut sesuatu itu karya patung yang dalam praktiknya berkuasi dengan prinsip-prinsip arsitektur?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seni patung yang menghampiri wilayah publik (disodorkan di tengah-tengah ruang publik) dianggap sebagai perluasan, tidak saja estetik, tetapi terkait pada kehadiran karya tersebut di ruang yang berbeda, yang juga menginginkan terjadinya pemaknaan yang berbeda. Sebab, karya patung di ruang tersebut akan dianggap menyimpang dari koridor institusionalnya, yaitu ruang galeri. Begitupula karya patung yang meminjam kaidah-kaidah arsitektur, dianggap sebagai terobosan demi memperluas lingkup definisi seni patung yang selama ini dianggap menyempitkan ruang kreasi seniman. Kita akan mengatakan bahwa di tengah kondisi demikian, selain tertekan, seni patung mengalami determinasi sampai-sampai melakukan ekspansi ruang yang – ke dalam dirinya - sekaligus mereduksi takdirnya sebagai seni tiga dimensional belaka. Gugatan seniman terhadap keterbatasan ruang institusional pada batas tertentu cukup mengandung argumentasi yang masuk akal. Sementara itu, ditinjau dari perspektif yang lain, gugatan tersebut cenderung mengada-ada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sulit dipungkiri, dalam sejarahnya, ruang-ruang institusional seni (baca: galeri) lebih mengandaikan (mengutamakan) pemajangan karya-karya dua dimensional (seni lukis). Tak terkecuali, kondisi ini menimpa pula pertumbuhan galeri di Indonesia. Saya menilai bahwa seluruh motif bawah sadar galeri pada gilirannya adalah motif bawah sadar yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menganut paham dua dimensional. Implikasi pragmatisnya, ruang-ruang institusional seni memang hanya diperuntukkan untuk seni lukis. Dalam batasan ini, sebuah karya yang dianggap menyimpang dari ruang tersebut akan beresiko untuk disebut sebagai ‘bukan-seni’. Akan tetapi, motif bawah sadar ini masih menyisakan toleransinya pada karya-karya yang kelak kita sebut seni patung. Namun segera kita rasakan pula bahwa dalam batasan ini seni patung ‘hanyalah’ karya non-dua dimensional yang (boleh jadi) cukup diletakkan di atas lantai lengkap dengan penyangganya (&lt;i style=""&gt;base&lt;/i&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bisa kita bayangkan, kalau seluruh motif bawah sadar pendirian galeri di Indonesia condong ke karya seni lukis, maka seni patung hanya akan dianggap sebagai ‘bonus’ terhadap ruang institusional tersebut. Tidak mengherankan apabila kita menyaksikan sendiri bahwa seluruh tradisi pendirian galeri di Indonesia tidak mampu memproyeksikan kemungkinan karya-karya yang &lt;i style=""&gt;advance&lt;/i&gt;, yang melampaui (&lt;i style=""&gt;beyond&lt;/i&gt;) konvensi&lt;i style=""&gt;.&lt;/i&gt; Pendeknya, saya akan mengatakan bahwa seluruh ruang-ruang galeri di Indonesia tanpa disadari justru ‘tidak menginginkan terciptanya perkembangan karya’ selain yang dua dimensional. Situasi ruang yang serba terbatas ini akhirnya menjadi paradigma praktik seni rupa di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam konteks yang lain, situasi demikian akhirnya merembes ke aspek psikologis dalam penciptaan karya seni, sehingga ruang – dalam bayangan seniman – adalah ruang-ruang ilusif yang terbatas pada kain kanvas. Di sini, seniman tidak lagi melihat galeri sebagai ‘ruang’, melainkan sekedar wadah (dinding) yang akan dipajangi oleh sesuatu, bukan ruang yang tercipta melalui hasil negosiasi antara ‘ruang institusional seni’ dengan konsepsi-konsepsi sang seniman itu sendiri. Pemahaman yang berlatar ‘motif bawah sadar’ ini cukup menjelaskan mengapa wacana seni patung (juga seni instalasi) di Indonesia sulit berkembang. Sedangkan perluasan karya yang ke luar ruangan (&lt;i style=""&gt;outdoor&lt;/i&gt;/&lt;i style=""&gt;landscape&lt;/i&gt;) belum tentu didasari pemahaman terhadap ruang institusional tersebut, melainkan berdasarkan motif seniman agar karyanya mengalami pemaknaan serta perlakuan yang berbeda. Sampai di sini pun, itikad-itikad seniman untuk meletakkan karyanya di luar galeri menemukan kenyataan yang diluar dugaan, dimana argumentasi demikian ternyata tidak serta merta menjelaskan pemahaman kepada publik tentang, mengapa seni patung harus menghampiri ruang yang ‘non-institusional’ tersebut. Dari pemahaman ini pula kita bisa menilai mengapa dalam batas-batas tertentu gugatan seniman untuk keluar dari galeri cenderung mengada-ada. Ditilik dari sisi lain, tanpa disadari seniman, besar kemungkinan paradigma motif bawah sadar ini adalah semata-mata karena pertimbangan pemilik galeri terhadap pasar (&lt;i style=""&gt;art market&lt;/i&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Iswanto Hartono, yang juga seorang arsitek, sepertinya memahami kemelut persoalan di atas. Secara sadar dia menciptakan karyanya untuk dimasukkan ke ruang institusional tersebut, bukan tanpa resiko, sebab dilema antara dikotomi seni patung – seni instalasi masih membalut karyanya. Akan tetapi, kesadaran bahwa konteks karyanya haruslah dibaca sebagai ‘sesuatu’ yang sekaligus berupa kuasi antara seni patung dan instalasi adalah pemaknaan yang ditarik pada persoalan ruang institusional. Karyanya tidak saja melakukan konfrontasi pada ruang galeri, tetapi juga menantang seluruh motif bawah sadar seluruh pendirian galeri di Indonesia. Ukuran karyanya sebesar 15 x 10 meter ini tentunya membutuhkan volume ruang yang memadai dan ukuran yang luas. Bisa kita periksa sendiri, hanya berapa gelintir galeri di Indonesia yang akan sanggup menampung karya sebesar ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam prosesnya, Iswanto dengan cermat menghitung ukuran ruang Galeri Soemardja. Ukuran tersebut dijadikan patokan, sekaligus sebagai sandaran dalam proses estetiknya. Dalam perjalanannya, Iswanto akhirnya memutuskan untuk menciptakan replika pesawat tempur. Ide ini, tidak semata hasil menimbang ukuran ruang galeri, tetapi beranjak dari pertimbangan-pertimbangan konsepsinya kelak. Dengan latar belakang arsitek yang kuat, Iswanto jelas terbiasa dalam memahami ruang dan secara leluasa pemahaman ini dijadikan potensi untuk memainkan skala ukuran obyek. Kecermatan hitungan, melakukan konstruksi sebuah obyek hingga eksekusi akhir, bisa dikatakan sebagai bekal awal bagi Iswanto dalam menciptakan sebuah karya. Berbekal kesadaran inilah kita menemukan alasan mengapa karya-karyanya cenderung ke obyek tiga dimensional sekaligus dihasrati sebagai upaya untuk menyikapi skala ruang. Tampak sekali bahwa dalam prosesnya Iswanto tidak sekedar ‘meletakkan sesuatu’ ke dalam ruang galeri sebagaimana lazimnya karya patung modern. Sebaliknya, dia berusaha untuk menjalin ‘kerjasama’ yang komunikatif antara ruang dengan obyek. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di sisi lain – di dalam ‘kerjasama itu’ - dia juga bersikeras menawarkan konsepsi-konsepsi keseniannya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;Pada titik inilah, provokasi serta konfrontasi tehadap ruang itu dimungkinkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagaimanapun, atap beton ruang Galeri Soemardja yang memiliki garis kuat-tebal disandingkan dengan ‘garis-garis tipis’, suatu &lt;i style=""&gt;outline-outline&lt;/i&gt; layaknya kerja gambar. Konstruksi garis-garis tipis tersebut mengonstruksi (obyek) pesawat yang tidak masif, tidak memiliki kepejalan sebab tidak memiliki volume. Pesawat Iswanto terdiri dari batangan besi yang di las sambung menyambung, sehingga secara keseluruhan seperti pesawat yang belum utuh. Kesengajaan ini sepenuhnya disadari Iswanto. Sebab, kalau kita meninjau aspek materialnya, batangan besi yang menghasilkan kerangka tersebut dibalut lampu neon. Pendaran warna biru neon tersebut membalut seluruh &lt;i style=""&gt;outline&lt;/i&gt; pesawat yang tidak saja menciptakan ilusi volume, tetapi juga menghalangi mata kita untuk menikmati kerasnya material besi tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;Perpaduan ini bisa kita baca pula sebagai konfrontasi internal antar material yang keras dengan pendaran cahaya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam mekanisme pemajangan karya seni patung konvensional, cahaya sungguh-sungguh dipertimbangkan untuk menghasilkan sensasi-sensasi kualitas (permukaan) sebuah patung. Sebaliknya Iswanto seperti sengaja menabrak konvensi ini dan kita diajak menikmati sensasi efek pendaran lampu berwarna biru yang lembut-halus, yang membalut kerangka besi. Perpaduan inilah yang akan mengantarkan pemahaman kita pada istilah ‘Blue’ yang dipakai sebagai judul pameran ini. Kerangka pesawat dengan material keras; pendaran lampu berwarna biru akhirnya membangun sebuah pemaknaan yang – seperti dikonsepsikan oleh Iswanto sendiri – sebagai perpaduan ironis antara kekerasan dan kelembutan, seolah-olah seperti penyamaran dari suatu peristiwa, suatu situasi yang menyiratkan kesenduan dibalik kekerasan, suatu situasi yang sarat dengan ambiguitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pada gilirannya, kita tahu bahwa konstruksi pesawat Iswanto Hartono adalah replika pesawat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;F-117A Nighthawk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;, dikenal juga dengan sebutan &lt;i&gt;Stealth&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;Fighter&lt;/i&gt; atau pesawat siluman. Pesawat ini digunakan Amerika Serikat dalam Perang Teluk pada 1990-1991 untuk memerangi Irak ketika melakukan invasi terhadap Kuwait. Pesawat anti radar ini dikabarkan sebagai salah satu kunci sukses Amerika Serikat dan koalisinya untuk mengakhiri konflik di kawasan teluk. Cerita dibalik kesuksesan F-117A pada Perang Teluk juga membawa kabar lain, yaitu jatuhnya korban manusia dan rusaknya infrastruktur di Irak. Kondisi ini melahirkan pertanyaan: apakah arti sebuah kemenangan dalam perang? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pertanyaan ini dijawab sendiri oleh Iswanto melalui karyanya yang lain berupa lampu LID berukuran 15 x 60 cm. Karya ini berisikan teks-teks yang bergerak secara berderet menghasilkan suatu kalimat yang mereleksikan pernyataan personal Iswanto mengenai perang. Di sana, Iswanto menyatakan bahwa &lt;i style=""&gt;Victory is Mellow&lt;/i&gt; sebagai kondisi paska perang yang penuh ironik dimana perang juga menciptakan kondisi psikis tertentu yang berada di ambang antara rasional dan irrasional. Kemenangan perang, dengan suasana sendu di pihak lain memang merepresentasikan kegamangan tersendiri. Situasi-situasi demikianlah kiranya yang ingin ditampilkan oleh Iswanto Hartono dalam totalitas karyanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:7;"  lang="IT" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aminudin TH.Siregar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:7;"  lang="IT" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-2700928958104585054?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/2700928958104585054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=2700928958104585054&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/2700928958104585054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/2700928958104585054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2007/10/blue-exhibition.html' title='Blue Exhibition'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RxJHkxH0TiI/AAAAAAAAAAM/MlRmKwciGrk/s72-c/Blue_Poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-116668860541135802</id><published>2006-12-21T00:00:00.000-08:00</published><updated>2007-11-11T14:24:42.700-08:00</updated><title type='text'>Bincang Buku: "Sudjojono dan Aku"</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4476/2334/1600/41591/poster%20diskusi%20buku%20Mia%20Bustam1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4476/2334/320/388276/poster%20diskusi%20buku%20Mia%20Bustam1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain event pameran Galeri Soemardja juga mengadakan bedah buku karangan Ibu Mia Bustaman ( Istri Sudjojono )dengan judul "Sudjojono dan Aku" yang diadakan pada tanggal 31 Agustus 2006 dengan pembicara; Ibu Mia Bustaman dan Aminudin TH. Siregar serta di moderatori oleh Bambang Subarnas. dalam isi buku ini Ibu Mia Bustaman menceritakan Sudjojono sebagi seorang seniman PERSAGI dan sebagai seorang suami melalui sudut pandang yang lebih dekat dan intim, yang tidak begitu terungkap dalam buku-buku mengenai Sudjojono yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-116668860541135802?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/116668860541135802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=116668860541135802&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/116668860541135802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/116668860541135802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/12/bincang-buku-sudjojono-dan-aku.html' title='Bincang Buku: &quot;Sudjojono dan Aku&quot;'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-116669327787039611</id><published>2006-12-20T23:36:00.003-08:00</published><updated>2007-11-11T14:11:29.076-08:00</updated><title type='text'>Seminar dan Workshop Kurator          iCurate</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4476/2334/1600/927521/iCurate.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4476/2334/320/431609/iCurate.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Program yang merupakan workshop sekaligus proyek kuratorial sebagai hasil akhirnya ini adalah hasil kerjasama dengan lembaga ASEF yang mensuport &lt;a href="http://www.blogger.com/program"&gt;program&lt;/a&gt; ini. Proyek ini diharapkan dapat memberikan arahan cara dan dasar-dasar kerja kurator sebagai sebuah ilmu yang dapat di terapkan bagi para calon-calon kurator berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop ini di pandu oleh Dr Thomas J. Berghuis (Australia) dan di dampingi oleh beberapa kontributor Rifky Effendi (Jakarta), Hendro Wiyanto (Jakarta), Enin Supriyanto (Jakarta), Agung Hujatnikajenong (Bandung),Aminudin TH.Siregar (Bandung) yang diikuti oleh para kurator-kurator muda seperti Arief Ash-Shiddiq (Jakarta), Reza Afisina (Jakarta), Nining Fathia (Bandung), Annisa Desmiati (Bandung), Zaenudin Ramli (Bandung), Ronald Apriyan (Yogyakarta),Wahyudin (Yogyakarta), Syarifuddin (Malang), Gede Mahendra Yasa (Bali), Nur Abdiansyah (Makassar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop ini berlangsung pada tanggal 7 sampai 9 Desember 2006, serta didukung juga oleh Goethe Institut, Selasar Sunaryo Art Space, eat347, Sanggar Luhur dan &lt;a href="http://www.blogger.com/?s=hotel"&gt;Hotel&lt;/a&gt; Bumi Asih Bandung.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-116669327787039611?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/116669327787039611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=116669327787039611&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/116669327787039611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/116669327787039611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/12/seminar-dan-workshop-kurator-icurate.html' title='Seminar dan Workshop Kurator          iCurate'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-116668978896348035</id><published>2006-12-20T23:36:00.002-08:00</published><updated>2008-12-10T20:52:30.614-08:00</updated><title type='text'>Pameran "Discover Japan Through Contemporary Poster"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RzQ0xM_O6WI/AAAAAAAAAAs/2lS68VIAsd8/s1600-h/POSTER.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130783895386515810" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RzQ0xM_O6WI/AAAAAAAAAAs/2lS68VIAsd8/s400/POSTER.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah event pasti membutuhkan poster untuk publikasinya, pameran Galeri Soemardja ini mengetengahkan poster-poster event yang pernah berlangsung di Jepang selama kurun waktu lima tahun terakhir. Melalui poster-poster ini kita diandaikan dapat melihat perkembangan yang terjadi di Jepang hingga saai ini. Sebuah pembacaan dan perunutan akan sebuah peristiwa yang terjadi sehingga kita dapat mengetahui kondisi Jepang secara kasat mata. Selain itu juga bila ditimbang dari segi desain grafis maka kita juga dapat menelaah poste-poster ini baik dari segi visual yang dimunculkan maupun dari segi penggayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8 sampai 30 September ini tidak berhenti pada sebatas pameran saja, dengan diadakanya sebuah workshop yang berinteraksi dengan para pelajar SMU di Bandung. &lt;a href="http://www.blogger.com/program"&gt;Program&lt;/a&gt; workshop ini berlangsung tiga hari dengan di isi materi cara-cara dan ide-ide kreatif dalam membuat poster, yang di pandu oleh H.Pidibaiq ( Dekan FSRD ARS International &lt;a href="http:///?=school"&gt;School&lt;/a&gt; ) dan Roumy Handayani ( Seniman Grafis ).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-116668978896348035?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/116668978896348035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=116668978896348035&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/116668978896348035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/116668978896348035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/12/pameran-discover-japan-through.html' title='Pameran &quot;Discover Japan Through Contemporary Poster&quot;'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5GRimySpy_A/RzQ0xM_O6WI/AAAAAAAAAAs/2lS68VIAsd8/s72-c/POSTER.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-116669108981514892</id><published>2006-12-20T23:36:00.001-08:00</published><updated>2007-11-11T14:23:01.021-08:00</updated><title type='text'>Pameran Seni Kikir Logam " Judiono Soeleiman "</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4476/2334/1600/480079/poster%20senikikir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4476/2334/320/856896/poster%20senikikir.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang menarik dari pameran ini adalah mediun yang di gunkannya, yaitu menggunakan lempengan alumunium yang di rakit menjadi objek-objek. Medium ini  sangat akrab dengan diri Judiono dimana latar belakangnya sebagai pensiunan pegawai PT.IPTN dengan spesialisasi pada bidang Aircraft Sheet Metal Forming, selain itu dalam memperlakukan medium terdapat konvensi-konvensi yang harus dilakukan dan tidak sembarangan hal ini terbukti dengan adanya metoda-metoda yang harus di jalankan apa bila bekerja dengan menggunakan medium  lempengan plat metal maupun alumunium, seperti teknik lipatan,teknik mengikir dan lain sebagainya yang di peragakan oleh bapak Judiono di sela-sela pameran ini berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik-teknik ini pada dasarnya sangat memungkinkan untuk dapat di aplikasikan dalam karya seni. terutama pada karya-karya patung, seni instalasi dan lainnya. Pameran ini berlangsung pada tanggal 6 sampai dengan 18 Oktober 2006.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-116669108981514892?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/116669108981514892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=116669108981514892&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/116669108981514892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/116669108981514892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/12/pameran-seni-kikir-logam-judiono.html' title='Pameran Seni Kikir Logam &quot; Judiono Soeleiman &quot;'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-116668714147794172</id><published>2006-12-20T23:36:00.000-08:00</published><updated>2007-11-11T14:18:38.953-08:00</updated><title type='text'>Pameran Tunggal Dadang Sudrajat</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4476/2334/1600/629459/Graphic1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4476/2334/320/628288/Graphic1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah pameran seni lukis abstrak yang kali ini di pamerkan di Galeri Soemardja, dimana ditengah hiruk pikuknya karya-karya kontemporer maka kali ini abstraklah yang kami pilih untuk berpameran. Karya dari Dadang Sudrajat yang tercatat sebagai salah satu staf pengajar di FSRD-ITB juga aktif berkarya dan tetap konsisten dengan karya abstrak. Pameran yang di kuratori oleh Heru Hikayat ini mempersoalkan kembali perihah keabstrakan itu dan hal-hal apa yang menjadi narasi pendukung di belakangnya,hal ini dilihat dari kecenderungan seniman-seniman abstrak di Indonesia yang yakin bahwa di balik visual yang abstrak itu terdapat sebuah kandungan makna. Hal ini berbeda tentunya dengan pemahaman abstrak di barat. Pameran yang berlangsung dari tanggal 20 sampai dengan 30 Agustus 2006 ini di buka oleh Bapak Deddy pemilik Galeri Langgeng, Magelang. Selain itu juga terdapat diskusi dengan pembicara Rizky A. Zaelani dan Heru Hikayat serta di moderatori oleh Bambang Subarnas yang mempertanyakan kembali perihal abstrak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-116668714147794172?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/116668714147794172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=116668714147794172&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/116668714147794172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/116668714147794172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/12/pameran-tunggal-dadang-sudrajat.html' title='Pameran Tunggal Dadang Sudrajat'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-115262277233183700</id><published>2006-07-11T05:53:00.000-07:00</published><updated>2007-11-11T14:19:52.263-08:00</updated><title type='text'>PAMERAN SENI GRAFIS : Hasil Workshop KGB-ITB</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4476/2334/1600/ShowLetter.1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4476/2334/320/ShowLetter.1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sebuah Pameran yang merupakan hasil kerja bersama selam satu setengah bulan antara mahasiswa dan para dosen di studio seni grafis FSRD-ITB. Pameran ini di rencanakan selain di pamerkan di galeri Soemardja juga akan di pamerkan di galeri Semar malang, yang dibuka oleh Dekan FSRD-ITB Bapak Biranul Anas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-115262277233183700?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/115262277233183700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=115262277233183700&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/115262277233183700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/115262277233183700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/07/pameran-seni-grafis-hasil-workshop-kgb.html' title='PAMERAN SENI GRAFIS : Hasil Workshop KGB-ITB'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-115262220459499228</id><published>2006-07-11T05:32:00.000-07:00</published><updated>2007-11-11T14:21:09.712-08:00</updated><title type='text'>ART AND RESISTANCE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4476/2334/1600/ShowLetter.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4476/2334/320/ShowLetter.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Art and Resistance merupakan program pameran yang merupakan hasil runtutan dari sebuah workshop yang diadakan pada bulan januari lalu dengan menghadirkan dua orang lecturer dari Australia; Azlan Mclahan dan Michel. Tema Art and Resistance ini di anggap tepat dimana karya seni juga dapat berperan dalam sebuah pergerakan perlawanan. Perlawanan disini bisa terhadap apa saja dan tidak terpatok pada perlawanan politik saja.Pameran kali ini galeri Soemardja bekerja sama dengan pihak Sanggar Pintu Merah untuk menjadi tuan rumah dalam kegiatan pameran ini. Pameran ini dibuka oleh perupa Tisna Sanjaya dan diskusi dengan mengundang Bambang Subarnas dan Aminudin TH Siregar sebagai pembicara dan Ahda Imran sebagai moderator.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-115262220459499228?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/115262220459499228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=115262220459499228&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/115262220459499228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/115262220459499228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/07/art-and-resistance.html' title='ART AND RESISTANCE'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-114664893954346075</id><published>2006-05-03T02:24:00.000-07:00</published><updated>2007-11-11T14:22:12.786-08:00</updated><title type='text'>PROGRAM BARU GALERI SOEMARDJA</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4476/2334/1600/ShowLetter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4476/2334/320/ShowLetter.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Galeri soemardja kini memiliki sebuah ruang pamer baru yang diberi nama Space 25x36x50 adalah sebuah kotak (display) untuk karya-karya berukuran kecil dan sebuah layar untuk pemutaran seni-seni video atau film. Space 25x36x50 berlokasi di pintu masuk Galeri Soemardja FSRD-ITB. Kami mengundang karya-karya Anda untuk berpameran dalam program ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kirimkan aplikasi Anda via email ke: soemardja@art.itb.ac.id,blupart@yahoo.com,scraberman@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi terdiri dari:&lt;br /&gt;1. Imej karya.&lt;br /&gt;2. Curriculum Vitae.&lt;br /&gt;3. Selembar surat ajuan untuk berpameran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami Tunggu Karya-karya Anda&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-114664893954346075?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/114664893954346075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=114664893954346075&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114664893954346075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114664893954346075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/05/program-baru-galeri-soemardja.html' title='PROGRAM BARU GALERI SOEMARDJA'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-114612832531057794</id><published>2006-04-27T01:25:00.000-07:00</published><updated>2006-04-28T20:27:24.560-07:00</updated><title type='text'>Konteks Seni Dalam Poster Rusia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di Rusia, produksi-produksi poster sudah dikerjakan jauh sebelum revolusi proletar dimulai. Akan tetapi, pada umunya orang lebeih mengenali genre poster Rusia era revolusi Bolshevik (1917-1921), lalu pester di era kebijakan Ekonomi Baru yang diproklamirkan Lenin (1927-1937). Kalangan umum juga akrab dengan format poster Rusia di masa perang ideology yang memuja patriotisme tentara merah dan agitasi ideologi komunis terhadap fasisime (1939-1945). Begitu pula era pasca perang (1946-1953) yang sering menampilkan wajah Joseph Stalin sebagai figure sentral, poster propaganda Rusia semakin dikenal oleh banyak kalangan dan estetikanya berpengaruh hingga ke Cina , laos bahkan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lenin , salah satu tokoh dalam revolusi, berperan penting bagi penciptaan kreasi baru poster di Rusia, khususnya poster-poster yang dihasratkan untuk propaganda. Sebagai mana kita ketrahui, poster dimasa Lelnin pada gilirannya menjadi mesin propaganda yang agresif. Pada masa ini, sekitar 3,600 eksemplar poster-poster dihasilkan selama tiga tahun. Ketika Stalin berkuasa, poster-poster, lukisan-lukisan, baligho-baligho diciptakan untuk memuja kepemimpinan dan dijadikan alat propaganda partai. Pada masa ini, suatu genre estetik yang akhirnya dikenalk dengan realisme sosial mulai didengungkan. Bagaimanapun juga, genre inilah yang bias dijadikan konteks untuk menilai kandungan estetik dalam poster-poster Rusia yang dipamerkan di galeri Soemardja ini. Pameran ini akan berlangsung dari tanggal 25 April sampai 11 Mei 2006. Selamat menikmati pameran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kurator&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aminudin TH. Siregar &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-114612832531057794?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/114612832531057794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=114612832531057794&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114612832531057794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114612832531057794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/04/konteks-seni-dalam-poster-rusia.html' title='Konteks Seni Dalam Poster Rusia'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-114170771148514024</id><published>2006-03-06T20:59:00.000-08:00</published><updated>2006-03-06T21:01:51.496-08:00</updated><title type='text'>Selintas Pandang Seni Grafis Slovakia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di Eropa, sebelum era percetakan modern, seni grafis (printmaking) tidak dikategorikan sebagai seni (art). Alasannya, seni grafis dianggap sebagai media komunikasi bagi penyebaran ajaran agama. Kemungkinan besar, pada Abad-18 hasil cetakan printmaking mulai dipertimbangkan sebagai karya "orisinil" seorang seniman. Dalam bahasa lain, diakui sebagai seni. Pandangan ini berangsur-angsur pudar sejak seniman terkemuka dunia memanfaatkan berbagai teknik cetak ini. Setelah Eropa, seniman di Amerika menegaskan kedudukan printmaking dalam seni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seperti juga perkembangan seni grafis di Indonesia, grafis Slovak memperlihatkan pencapaian artistik dan teknis yang setaraf dengan perkembangan di Indonesia. Mulai dengan teknis yang paling konvensional seperti etsa, cukil kayu, litografi hingga paling mutakhir, dengan menggunakan cetak digital. Secara penjelajahan artistik karya-karya mereka mencerminkan adanya persinggungan dengan perkembangan seni rupa terutama dari ikonografi jaman klasik, avant-garde eropa, era-Stalin (Komunis Sovyer) hingga dengan Asia. Corak dekoratif karya Jarmila Pavlickova, surealistik Josef Duzik, ilustrasinya karya Jano Valter, kolasenya Igor Placka, bahkan abstrak dari Peter Augustovic yang formal atau karya Jitka Bezurova yang liris. Subyek-subyek karyanya juga beragam, mulai dari realisme-sosial, puitika kehidupan hingga yang formal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Perkembangan seni rupa di Slovakia dan juga di Indonesia dipengaruhi oleh hal-hal seperti konstruk sejarah, situasi social politik dan globalisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di tengah langkanya pameran seni grafis, pameran ini pantas disambut. Selain memperkenalkan medium dan teknik, pameran ini mempresentasikan seni grafis kontemporer di Slovakia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rifky Efendy dan Aminudin TH Siregar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kurator Pelaksana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-114170771148514024?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/114170771148514024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=114170771148514024&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114170771148514024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114170771148514024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/03/selintas-pandang-seni-grafis-slovakia.html' title='Selintas Pandang Seni Grafis Slovakia'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-114077619099314670</id><published>2006-02-24T01:32:00.000-08:00</published><updated>2007-11-11T14:08:46.098-08:00</updated><title type='text'>Program Kegiatan Soemardja 6 Bulan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2006 ini kami mengawali kegiatan pameran tunggal Heri Dono berjudul heri &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;WAR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dono, pameran tersebut berhasil membujuk si seniman untuk pertama kali berpameran tunggal di Bandung dengan membawa karya-karya baru instalasi serta lukisan. Program kegiatan berikutnya telah disiapkan hingga awal bulan Agustus 2006, diantaranya pameran mahasiswa dan umum.Akhir bulan ini tepatnya tanggal 28 februari, sebuah pameran seni grafis kontemporer bertajuk &lt;strong&gt;OBSESI&lt;/strong&gt; dikuratori oleh Dimas Arif Nugroho diikuti oleh beberapa seniman muda dari FSRD ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk berikutnya tanggal 10 Maret akan berlangsung pameran grafis dari Slovak sekitar beberapa minggu, dilanjutkan dengan pameran komunitas &lt;strong&gt;AMBARI BA&lt;/strong&gt; pada bulan April 2006, komunitas ini dimotori oleh Ismet Zaenal Effendi dan Riswandi yang sudah tidak asing lagi di kompetisi-kompetisi seni lukis beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 25 April s.d 11 Mei ini galeri Soemardja mendapat kehormatan untuk memamerkan koleksi poster-poster Rusia koleksi Duta Besar RI untuk Rusia yaitu Bapak Susanto Pudjomartono. Poster-poster yang dipamerkan ini merupakan poster-poster fase pemerintahan Stalin, Lenin hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program yang menarik adalah Program Pemeran Seni Grafis Dosen dan Mahasiswa FSDR-ITB, yang akan diadakan pada pada tanggal 15 Mei s.d 27 Mei . Melalui pameran ini harapan yang akan di bangun adalah membangkitkan kembali gairah para seniman dan karya-karya Seni Grafis di dalam medan seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya giliran program kerjasama dengan CCF Bandung yaitu program pameran Ilustrasi Mode &lt;strong&gt;" Nouvelle illustration de mode franncaise " &lt;/strong&gt;yang akan berlangsung pada 30 Mei s.d 9 Juni. Pameran ini memperluhatkan perkembangan termutakhir dalam memvisualisakikan gagasan atau ide-ide dalam dunia mode, dimana melalui pameran ini dapat dilihat perpaduan-perpaduna antara Seni Grafis, Fotografi, dan perpaduan citraan-citraan populer yang mencairkan dunia seni itu sendiri. Akan tetapi melalui proses tadi akhirnya melahirkan ilustrasi mode prancis sebagai dunia seni tersendiri dalan konteks kontemporer.&lt;br /&gt;Pameran ArtePolis yang merupakan salah satu serangkaian kegiatan workshop dan seminar Internasional tentang Urban Culture yang bertajuk: Creative culture and the making of place yang diadakan oleh Fakultas Arsitektur ITB. Sedang pameran akan berlangsung pada 16 Juli s.d 29 Juli di galeri Soemardja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal semester ini Galeri Soemardja dengan bangga menghadirkan sebuah pameran tunggal karya lukis dari Dadang Sudrajat yang merupakan salah seorang pengajar pada studio seni lukis di FSRD-ITB, dengan bertajuk " &lt;strong&gt;SUBLIMINAL"&lt;/strong&gt; yang berlangsung dari tanggal 20 Agustus-30 Agustus pameran ini mengusung kembali karya-karya abstrak Bandung yang dikuratori oleh Heru Hikayat.Sedangkan agenda di bulan September ini galeri Soemardja kembali memamerkan karya-karya poster dengan bekerja sama dengan The Japan Foundation, galeri Soemardja akan memamerkan poster-poster advertising dari Jepang. pameran ini berlangsung pada tanggal 8 September s.d 30 September, disela-sela kegiatan pameran terdapat juga program workshop kreatif pembutan poster yang akan di pandu oleh H. Pidi Baiq dan Roumy Handayani Pesona, pada tanggal 8,9,11 September.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran tunggal &lt;strong&gt;Tisna sanjaya&lt;/strong&gt;, seniman Bandung legendaris juga seorang dosen seni grafis ITB akan dipasang sebagai pameran Highlight semester ini. Beliau akan memamerkan beberapa karya lama dan karya baru yang khas dengan seni grafis konvensionalnya. Salah satu rangkaian pameran tersebut akan diadakan semacam Award yang ditujukan bagi kurator, penulis atau periset muda yang tertarik menulis tentang Tisna Sanjaya. Tidak kalah menariknya program pameran juga akan diisi pameran AK-47 dari pematung; Iswanto dan Amrizal. S. Program-program diatas merupakan program kegiatan yang sudah ditetapkan sebagai program 6 bulan kedepan galeri Soemardja, namun disela-sela program-program tersebut ada beberapa kegiatan sisipan seperti pameran Tugas Akhir Mahasiswa, Diskusi bulanan dari penerbit Jalasutra, Workshop dari dalam dan luar negeri yang sifatnya undangan, dan sebagainya. Galeri juga menerima &lt;em&gt;Open Proposal&lt;/em&gt; bagi mahasiswa atau masyarakat umum yang ingin berkegiatan, untuk lebih jelasnya dapat menghubungi Tisa Granicia &lt;em&gt;(public relation)&lt;/em&gt; atau Dimas Arif &lt;em&gt;( Project Manager - scraberman[at]yahoo.com ).&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-114077619099314670?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/114077619099314670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=114077619099314670&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114077619099314670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114077619099314670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/02/program-kegiatan-soemardja-6-bulan.html' title='Program Kegiatan Soemardja 6 Bulan'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-114068697131630276</id><published>2006-02-23T01:12:00.000-08:00</published><updated>2007-11-11T14:07:10.573-08:00</updated><title type='text'>OBSESI : Pameran Seni Grafis Kontemporer</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir bulan Februari ini, setelah pameran tunggal Heri Dono beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 28 Februari 2006 minggu depan akan dibuka pameran seni grafis kontemporer bertajuk OBSESI. Pameran yang diikuti beberapa seniman muda diantaranya; Agus Triyadi, Benny Muhdaliha, Ben Isa Muhammad, Melanie Putri, Rima Mariana Oentoe, Rendy Syahdan, dan Safaat Akbar, mereka semua baru saja menyelesaikan studinya di Studio Seni Grafis FSRD ITB. Pada pameran kali ini yang berlaku sebagai kurator adalah Dimas Arif Nugroho dari Galeri Soemardja. Pameran berlangsung mulai dari tanggal 28 Februari hingga 6 Maret 2006, hari senin hingga jumat antara pukul  08.00 sampai 17.00 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-114068697131630276?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/114068697131630276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=114068697131630276&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114068697131630276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114068697131630276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/02/obsesi-pameran-seni-grafis-kontemporer.html' title='OBSESI : Pameran Seni Grafis Kontemporer'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22883346.post-114068447704335076</id><published>2006-02-23T00:42:00.000-08:00</published><updated>2006-02-26T21:49:47.736-08:00</updated><title type='text'>Salam!, Selamat datang di Soemardja Blog!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selamat datang di Soemardja Blog, sarana alternatif yang memudahkan anda untuk mengetahui informasi program atau kegiatan kami dengan cepat. Awal tahun ini Soemardja mempunyai beberapa kegiatan yang sudah disusun selama 6 bulan kedepan, diantaranya pameran tunggal Tisna sanjaya perupa Bandung yang kosisten dengan performance art serta karya-karya seni grafis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22883346-114068447704335076?l=soemardja-gallery.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/feeds/114068447704335076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22883346&amp;postID=114068447704335076&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114068447704335076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22883346/posts/default/114068447704335076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soemardja-gallery.blogspot.com/2006/02/salam-selamat-datang-di-soemardja-blog.html' title='Salam!, Selamat datang di Soemardja Blog!'/><author><name>Soemardja Gallery</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652334725890233407</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
